Chelsea FC welcome to my blog: RANCANGAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP

Kamis, 13 Oktober 2011

RANCANGAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP

RANCANGAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS RAWAT INAP
A.    LATAR BELAKANG
Peningkatan kualitas pelayanan adalah salah satu isu yang sangat krusial dalam manajemen, baik dalam sektor pemerintah maupun sektor swasta. Hal ini terjadi karena di satu sisi tuntunan masyarakat terhadap perbaikan kualitas pelayanan dari tahun ke tahun menjadi semakin besar, sedangkan disisi lain, praktek penyelenggaraan pelayanan tidak mengalami perbaikan yang berarti.
Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pembangunan Kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Keberhasilan pembangunan Kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan bidang kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dalam hal ini Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan merupakan penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang pertama di wilayah kerjanya masing-masing.
B.     TUJUAN
Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang bermutu dan memuaskan di Puskesmas rawat inap dalam rangka terwujudnya peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
C.    PUSKESMAS IDAMAN
Puskesmas Idaman adalah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan bermutu yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan serta memberi pelayanan yang sesuai dengan Standart Operating Procedure ( SOP ) pelayanan kesehatan. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas secara terus menerus dengan Manajemen Kualitas Terpadu ( Total Quality Management ).
1.       Pengertian Mutu
v  Berbicara masalah mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, terkandung makna bahwa Puskesmas berkewajiban menjaga bahkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas.
v  Mutu adalah gambaran total sifat dari suatu produk atau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan kebutuhan kepuasan. Mutu adalah kesesuaian terhadap permintaan persyaratan  ( Dr. Ridwan Amirrudin, SKM., M.Kes., 2007 ).

” Puskesmas Idaman yang bermutu ”, merupakan visi Puskesmas Idaman, sedangkan strategi yang dipakai untuk mewujudkannya adalah dengan :
1.      Meningkatkan mutu tenaga kesehatan ” PusKesMas ” yang mencakup tiga aspek ” Pus ” , ” Kes ” , dan ” Mas ”. Adapun rincian ketiga aspek tersebut adalah PUS : merupakan singkatan : Profesionalisme, Unggul dan Santun, KES : merupakan singkatan : Komitmen, Etika , dan Semangat atau Motivasi yang tinggi dan MAS : merupakan singkatan dari Manusiawi, Asuh dan Simpati
2.      Meningkatan mutu pelayanan kesehatan ” Idaman ” yang mencakup empat aspek ” Indah , Damai , Aman dan Nyaman ”.
Puskesmas Rawat Inap ”IDOLA” adalah Puskesmas rawat inap dengan fasilitas ruangan yang Indah dan rapi, suasana pelayanan yang Damai, memperlakukan pasien secara Obyektif, menangani pasien secara Lancar serta Aman, sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Puskesmas Rawat Inap “IDOLA” dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, menggunakan strategi “SENYUM” dengan rincian sebagai berikut:
  1. ”S”: Sambut pasien dengan senyum dan salam yang hangat
  2. ”E”: Eksplorasi dan bantu menemukan masalah kesehatan pasien
  3. ”N”: Niat yang tulus untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien dengan kemampuan terbaik
  4. ”Y”: Yakinkan pada pasien bahwa kita akan menangani pasien secara:
  5. ”U”: Umum, artinya memperlakukan semua pasien secara adil tanpa membedakan status sosial, suku, agama, maupun politik.
  6. ”M”: Mutu, artinya pelayanan kesehatan yang kita berikan adalah sesuai standar profesi dan memuaskan pelanggan.
2.       Manfaat Program Jaminan Mutu
Jaminan mutu pelayanan kesehatan atau Quality Assurance in Healthcare merupakan upaya yang sangat mendasar dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Kita sebagai profesional pelayanan kesehatan harus selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik mutunya kepada semua pasien.
Pendekatan jaminan mutu pelayanan kesehatan tersebut baik yang menyangkut organisasi, perencanaan ataupun penyelenggaraan pelayanan kesehatan itu sendiri telah menjadi suatu kiat manajemen yang sistematis serta terus menerus dievaluasi dan disempurnakan. Bidan berperan penting dalam penerapan mutu manajemen pelayanan kesehatan baik secara langsung ataupun tidak langsung saat penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Adanya perubahan sosial budaya masyarakat dan perkembangan pengetahuan dan teknologi, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan perkembangan informasi yang begitu cepat , serta diikuti oleh tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang baik , mengharuskan sarana pelayanan kesehatan untuk mengembangkan diri secara terus- menerus seiring dengan perkembangan yang ada pada masyarakat tersebut.
3.       Dimensi Mutu Yang Digunakan Untuk Mengevaluasi Mutu Yang Digunakan
Mutu suatu organisasi pemberi pelayanan yang sulit diukur dan lebih bersifat subjektif sehingga aspek mutu menggunakan beberapa dimensi/ karakteristik sbb:
·         Communication, yaitu komunikasi atau hubungan antara penerima dengan pemberi jasa.
·         Credibility adalah kepercayaan pihak penerima jasa terhadap pemberi jasa.
·         Security, yaitu keamanan terhadap jasa yang ditawarkan
·         Knowing the Custoer, yaitu pengertian dari pihak pemberi jasa pada penerima jasa atau pemahaman atau pemberi jasa terhadap kebutuhan dengan harapan pemakai jasa
·         Tangible, yaitu bahwa dalam memberikan pelayana terhadap pelanggan harus diukur atau dibuat standarnya
·         Realibility, yaitu konsistensi kerja pemberi jasa dan kemampuan pemberi jasa
·         Responsiveness, yaitu tanggapan pemberi jasa terhadap kebutuhan dan penerima jasa
·         Competence, yaitu kemampuan atau keterampilan pemberi jasa yang dibutuhkan setiap orang dalam perusahaan untuk memberikan jasanya kepada penerima jasa
·         Access, yaitu kemudahan pemberi jasa untuk duhubungi oleh pihak pelanggan
·         Courtessy, yaitu kesopanan, aspek perhatian, kesamaan dalam hubungan personal
Salah satu usaha peningkatan penampilan dari masing masing sarana pelayanan seperti puskesmas rawat inap adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan di semua unit pelayanan, baik pada unit pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, ataupun pada unitpelayanan administrasi dan manajemen melalui program jaminan mutu.
Upaya peningkatan mutu di puskesmas rawat inap bertujuan untuk memberikan asuhan ataupelayanan sebaik baiknya kepada pasien.
Adapun strategi upaya peningkatan mutu puskesmas rawat inap adalah sebagai berikut :
a.     Puskesmas rawat inap harus memahami dan menghayati konsep dasar dan prinsip mutu pelayanan puskesmas rawat inap sehingga dapat menyusun langkah langkah upaya peningkatanmutu masing masing rumah sakit.
b.     Memberi prioritas pada peningkatan sumberdaya manusia di puskesmas rawat inap termasuk kesejahteraan karyawan, memberikan imbalan yang layak, program keselamatan dan kesehatan kerja, program pendidikan dan pelatihan , dll.
c.     Menciptakan budaya mutu di puskesmas rawat inap, termasuk didalamnya menyusun program mutu rumah sakit, menyusun tema yang akan dipakai sebagai pedoman, memilih pendekatan yang akan dipakai dalam penggunaan standar prosedur serta menetapkan mekanisme monitoring dan evaluasi. 
Untuk memperoleh keseragaman dalam penyelenggaran pendidikan dan pelatihan mutu, maka perlu disusun suatu pedoman yang merupakan petunjuk umum dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan mutu. Program Jaminan Mutu dapat dibedakan dengan bentuk manajemen yang lain, dimana jaminan mutu didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.     Setiap orang didalam organisasi harus dilibatkan dalam penentuan ,pengertian dan peningkatan proses yang berkelanjutan dengan masing masing kontrol dan bertanggung jawab.
2.     Setiap orang harus sepakat untuk memuaskan masing masing pelanggan baik pelanggan eksternal maupun pelanggan internal.
3.     Peningkatan mutu dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu dengan menggunakan data untuk pengambilan keputusan , penggunaan alat alatstatistik dan keterlibatan setiap orang yang terkait.
4.     Adanya pengertian dan penerimaan terhadap suatu perbedaan yang alami.
5.     Pembentukan team work . Baik itu dalam part time teamwork, fulltime team work ataupun cross functional team .
6.     Adanya komitmen tentang pengembangan karyawan (development of employees ) melalui keterlibatan didalam pengambilan keputusan.
7.     Partisipasi setiap orang dalam merupakan dorongan yang positif dan harusdilaksanakan.
8.     Program pendidikan dan pelatihan dianggap sebagai suatu investment/modaldalam rangka pengembangan kemampuan dan pengetahuan pegawai untuk mencapaipotensi yang mereka harapkan.
9.     Supliers dan Customer diintegrasikan dalam proses peningkatan mutu.
4.       Perencanaan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan.
a.      Orientasi Pada Pelanggan 
Dalam pandangan tradisional, pelanggan berarti orang yang membeli dan menggunakan produk suatu perusahaan/organisasi. Sedangkan pihak pihak yang berhubungan dengan organisasi/perusahaan sebelum tahap proses disebut sebagai pemasok. Sedangkan didalam organisasi juga ada pelanggan internal dan pemasok internal. Misalnya dalam pelayanan pasien di puskesmas rawat inap. Dalam pemeriksaan laboratorium misalnya, dokter dan tenaga paramedis merupakan pelanggan internal dari pada petugas laboratorium,sedangkan bagian logistik yang menyediakan bahan bahan pemeriksaan dan peralatan lainnya merupakan pemasok internal. Oleh karena itu kualitas pekerjaan dari bagian logistik akan mempengaruhi kualitas pekerjaan petugas laboratorium sekaligus akan mempengaruhi kualitas pekerjaan dari pada tenaga medis.
Adanya kepuasan pelanggandapat memberikan manfaat diantaranya :
1.     Hubungan antara Puskesmas dengan para pasien menjadi harmonis.
2.     Memberikan dasar yang baik bagi kunjungan ulang.
3.     Membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut ( word of mouth ) yang menguntungkan bagi puskesmas.
4.     Reputasi rumah sakit menjadi baik dimata pelanggan / pasien dan keluarga.
5.     Penghasilan puskesmas meningkat.
b.      Continous Improvement
Persaingan global dan perubahan yang terjadi pada setiap pelanggan merupakan alas an perlunya dilakukan perbaikan yang berkesinambungan. Untuk mencapai perbaikan yang berkesinambungan, para petugas/karyawan puskesmas rawat inap tidak cukup hanya menerima ideperbaikan, akan tetapi juga secara aktif mendorong setiap orang untuk mengidentifikasi dan menggunakan kesempatan perbaikan. Pelaksanaan proses berkesinambungan ini meliputi penentuan dan pemecahan masalah yang memungkinkan, pemilihan dan implementasi pemecahan yang paling efektif dan efisien, serta evaluasi ulang, standarisasi dan pengulangan proses.
c.       Scientific Approach
Pendekatan ilmiah merupakan langkah sistematis bagi setiap individu maupun Tim dalam proses pemecahan masalah dan perbaikan proses. Hal ini berarti bahwa dalam pengambilan keputusan harus selalu berdasarkan pada data, dan bukan merupakan perkiraan saja. Disamping itu harus pula melihat pada akar permasalahan dan bukan hanyaberdasarkan gejala gejala yang terlihat pada permukaan. Demikian juga denganpemilihan alternatif pemecahan masalah yang dipilih haruslah betul merupakan alternatif solusi yang baik, jangan merupakan solusi yang setiap saat harus diperbaiki.
d.      Pembentukan Team
Sekarang ini kita sudah memasuki lingkungan atau keadaan dimana goncangan-goncangan atau gangguan menjadi sesuatu hal yang biasa dan perubahan merupakan suatu yang tetap terjadi. Banyak faktor yang memaksa pengelola suatu puskesmas rawat inap mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan pasar/pelanggan dengan cara efektif dan efisien. Untuk menghadapi kondisi tersebut dibutuhkan pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan perspektif yang luas dan dilakukan secara bersama-sama dengan orang orang yang bekerja atau berkaitan dengan puskesmas rawat inap.  Dengan perkataan lain dibutuhkan kerja sama dalam bentuk tim. Tim akan menciptakan suatu kondisi dimana para anggota akan tetap mempertahankan perubahan, mempelajari lebih banyak tentang kebutuhan dan memperoleh ketrampilan dalam kerja sama.
š Dalam suatu organisasi, Team dibutuhkan apabila :
·         Tugas-tugas yang diemban sangat kompleks.
·         Kreatifitas dibutuhkan
·         Jalanyang harus ditempuh belum jelas
·         Penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibutuhkan
·         Dibutuhkan belajar lebih cepat
·         Mengerjakan komitmen yang tinggi
·         Pelaksanaan dari rencana membutuhkan kerja sama dengan orang lain
·         Tugas-tugas atau proses bersifat cross fungsional

5.       Menyusun Rencana Strategic Dan Operasional
Penyusunan rencana strategic dan rencana operasional puskesmas rawat inap sebaiknya berdasarkan pada analisa sesuai dengan kebutuhan dengan memperhitungkan faktor faktor eksternal dan internal daripada puskesmas rawat inap. Kesenjangan nilai yang ditemukan berdasarkan analisa tersebut, disusun suatu rencana aksi yang kegiatannya berfokus pada visi dan misi organisasi.
v  Jenis-Jenis Pelatihan pada fase ini antara lain :
·         Pelatihan/Orientasitentang Mutu
·         Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pelatihan ( TNA ).
·         Pelatihan Kepemimpinan Mutu
D.    KESIMPULAN
  1. Kesimpulan
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya. Terutama puskesmas rawat inap yang digunakan oleh rakyat dengan golongan ekonomi tingkat menengah kebawah akan selalu dibutuhkan oleh warga. Dengan ini diharapkan kesehatan masyarakat dapat terjamin seterusnya.
  1. Saran – saran
Agar selalu menerapkan asuhan dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun keluarga,sehingga dapat menentukan asuhan yang sesuai baik bagi individu maupun keluarga.
Komunikasi dengan pasien maupun keluarga perlu ditingkatkan terutama mengenai sesuatu yang berhubungan dengan rencana dan tujuan keperawatan yang akan diberikan, sehingga pasien atau keluarga mengetahui rencana dan jenis perawatan yang akan diterimanya.
Meningkatkan disiplin kepada karyawan yang sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga dapat menumbuhkan kehandalan pelayanan kesehatan dan akhirnya meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas.
E.     DAFTAR PUSTAKA
  1. __________. 2004. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta : Widya Medika.
  2. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
  3. Anjaswati, Tri. 2002. Analisis Tingkat Kepuasan Klien terhadap Perilaku “Caring” Perawat.
  4. Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi IV). Jakarta : Rineka Cipta.
  5. BPS. 2008. Pendataan Program Perlindungan Sosial. BPS. Jakarta.
  6. Depkes. 2008. Petunjuk Tehnis Program Jaminan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas dan Jaringannya. Jakarta : Dirjen Binkesmas 
  7. dr-suparyanto.blogspot.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.